Platform pembelajaran Islam yang interaktif, menyediakan akses mudah untuk mempelajari Al-Qur'an secara akurat dan inspiratif, guna memperkuat iman masyarakat.
Wastakbara huwa wa judūduhū fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa ẓannū annahum ilainā lā yurja‘ūn(a).
Dia (Firʻaun) dan bala tentaranya bersikap sombong di bumi tanpa (alasan yang) benar. Mereka mengira bahwa sesungguhnya mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
Wa laqad ātainā mūsal-kitāba mim ba‘di mā ahlaknal-qurūnal ūlā baṣā'ira lin-nāsi wa hudaw wa raḥmatal la‘allahum yatażakkarūn(a).
Sungguh, Kami benar-benar menganugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami membinasakan generasi terdahulu sebagai penerang, petunjuk, dan rahmat bagi manusia agar mereka mendapat pelajaran.
Wa mā kunta bijānibil-garbiyyi iż qaḍainā ilā mūsal-amra wa mā kunta minasy-syāhidīn(a).
Engkau (Nabi Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Tuwa) ketika Kami menyampaikan risalah kepada Musa. Engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu).
Wa lākinnā ansya'nā qurūnan fataṭāwala ‘alaihimul-‘umur(u), wa mā kunta ṡāwiyan fī ahli madyana tatlū ‘alaihim āyātinā, wa lākinnā kunnā mursilīn(a).
Akan tetapi, Kami telah menciptakan beberapa umat dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang. Engkau (Nabi Muhammad) tidak pula tinggal bersama-sama penduduk Madyan, (sehingga dapat) membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Akan tetapi, Kamilah pengutus (para rasul).