Platform pembelajaran Islam yang interaktif, menyediakan akses mudah untuk mempelajari Al-Qur'an secara akurat dan inspiratif, guna memperkuat iman masyarakat.
Maka, ketika telah Kami tetapkan kematian (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Ketika dia telah tersungkur, jin menyadari bahwa sekiranya mengetahui yang gaib, tentu mereka tidak berada dalam siksa yang menghinakan.
Laqad kāna lisaba'in fī maskanihim āyah(tun), jannatāni ‘ay yamīniw wa syimāl(in), kulū mir rizqi rabbikum wasykurū lah(ū), baldatun ṭayyibatuw wa rabbun gafūr(un).
Sungguh, pada (kaum) Saba’ benar-benar ada suatu tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua bidang kebun di sebelah kanan dan kiri. (Kami berpesan kepada mereka,) “Makanlah rezeki (yang dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman), sedangkan (Tuhanmu) Tuhan Yang Maha Pengampun.”
Fa a‘raḍū fa arsalnā ‘alaihim sailal-‘arimi wa baddalnāhum bijannataihim jannataini żawātai ukulin khamṭiw wa aṡliw wa syai'im min sidrin qalīl(in).
Akan tetapi, mereka berpaling sehingga Kami datangkan kepada mereka banjir besar624) dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) berbuah pahit, pohon asal (sejenis cemara) dan sedikit pohon sidir (bidara).
Catatan Kaki
624) Banjir besar akibat jebolnya bendungan Ma‘rib.
Wa ja‘alnā bainahum wa bainal-qural-latī bāraknā fīhā quran ẓāhirataw wa qaddarnā fihas-sair(a), sīrū fīhā layāliya wa ayyāman āminīn(a).
Kami jadikan antara mereka dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam) beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.625)
Catatan Kaki
625) Negeri Syam yang terkenal subur dan negeri-negeri lain yang terletak di antara Yaman dan Syam. Orang dapat berjalan dengan mudah dan aman pada siang dan malam hari tanpa harus berhenti di padang pasir.
Fa qālū rabbanā bā‘id baina asfārinā wa ẓalamū anfusahum fa ja‘alnāhum aḥādīṡa wa mazzaqnāhum kulla mumazzaq(in), inna fī żālika la'āyātil likulli ṣabbārin syakūr(in).
Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,”626) dan (mereka) menzalimi diri sendiri. Kami jadikan mereka buah bibir dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar lagi sangat bersyukur.
Catatan Kaki
626) Mereka meminta agar kota-kota yang berdekatan itu dihapuskan supaya perjalanan menjadi panjang dan mereka dapat melakukan monopoli dalam perdagangan itu sehingga memperoleh keuntungan lebih besar.
Wa laqad ṣaddaqa ‘alaihim iblīsu ẓannahū fattaba‘ūhu illā farīqam minal-mu'minīn(a).
Sungguh, Iblis benar-benar telah meyakinkan mereka terhadap kebenaran sangkaannya. Lalu, mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin.