Platform pembelajaran Islam yang interaktif, menyediakan akses mudah untuk mempelajari Al-Qur'an secara akurat dan inspiratif, guna memperkuat iman masyarakat.
Wa wahabnā lahū ahlahū wa miṡlahum ma‘ahum raḥmatam minnā wa żikrā li'ulil-albāb(i).
Kami anugerahkan (pula) kepadanya (Ayyub) keluarganya dan (Kami lipat gandakan) jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.656)
Catatan Kaki
656) Nabi Ayyub a.s. menderita penyakit kulit beberapa waktu lamanya. Dia memohon kepada Allah Swt. untuk disembuhkan. Allah Swt. mengabulkan permohonan tersebut dan memerintahkannya untuk mengentakkan kaki ke tanah. Nabi Ayyub a.s. menaati perintah itu. Maka, keluarlah air dari bekas entakan kakinya. Dia mandi dan minum dari air itu. Dia pun sembuh dari penyakitnya dan dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Mereka kemudian berkembang biak dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Pada suatu ketika, Nabi Ayyub a.s. teringat akan sumpahnya untuk memukul istrinya apabila ia sembuh dari sakitnya lantaran sang istri pernah lalai mengurusnya ketika dia masih sakit. Namun, timbul rasa iba dan sayang kepada istrinya sehingga dia urung memenuhi sumpah tersebut. Maka, turunlah petunjuk Allah Swt. dalam ayat 44 bahwa dia dapat melaksanakan sumpahnya tanpa perlu menyakiti istrinya, yaitu dengan memukulnya dengan seikat rumput.
Wa khuż biyadika ḍigṡan faḍrib bihī wa lā taḥnaṡ, innā wajadnāhu ṣābirā(n), ni‘mal-‘abd(u), innahū awwāb(un).
Ambillah dengan tanganmu seikat rumput, lalu pukullah (istrimu) dengannya dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia selalu kembali (kepada Allah dan sangat taat kepadanya).