Platform pembelajaran Islam yang interaktif, menyediakan akses mudah untuk mempelajari Al-Qur'an secara akurat dan inspiratif, guna memperkuat iman masyarakat.
Wa iżā żukirallāhu waḥdahusyma'azzat qulūbul-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirah(ti), wa iżā żukiral-lażīna min dūnihī iżā hum yastabsyirūn(a).
Apabila hanya (nama) Allah yang disebut, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat kesal. Namun, apabila (nama-nama sembahan) selain Allah disebut, tiba-tiba mereka bergembira.
Katakanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu apa yang selalu mereka perselisihkan.”
Wa lau anna lil-lażīna ẓalamū mā fil-arḍi jamī‘aw wa miṡlahū ma‘ahū laftadau bihī min sū'il-‘ażābi yaumal-qiyāmah(ti), wa badā lahum minallāhi mā lam yakūnū yaḥtasibūn(a).
Sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai segala apa yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang buruk pada hari Kiamat. Tampak jelaslah bagi mereka (azab) dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.
Apabila ditimpa bencana, manusia menyeru Kami. Kemudian, apabila Kami memberikan nikmat sebagai anugerah Kami kepadanya, dia berkata, “Sesungguhnya aku diberikan (nikmat) itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(-nya).
Fa'aṣābahum sayyi'ātu mā kasabū, wal-lażīna ẓalamū min hā'ulā'i sayuṣībuhum sayyi'ātu mā kasabū, wa mā hum bimu‘jizīn(a).
Lalu, mereka ditimpa (bencana akibat) keburukan-keburukan yang mereka perbuat. Orang-orang yang zalim di antara mereka juga akan ditimpa (bencana akibat) keburukan-keburukan yang mereka perbuat dan tidak dapat melepaskan diri (darinya).