Platform pembelajaran Islam yang interaktif, menyediakan akses mudah untuk mempelajari Al-Qur'an secara akurat dan inspiratif, guna memperkuat iman masyarakat.
Au khalqam mimmā yakburu fī ṣudūrikum, fa sayaqūlūna may yu‘īdunā, qulil-lażī faṭarakum awwala marrah(tin), fa sayun-giḍūna ilaika ru'ūsahum wa yaqūlūna matā huw(a), qul ‘asā ay yakūna qarībā(n).
atau (jadilah) makhluk lain yang tidak mungkin hidup kembali menurut pikiranmu (maka Allah akan tetap menghidupkannya kembali).” Kemudian, mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu (karena takjub) dan berkata, “Kapan (kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barangkali waktunya sudah dekat,”
Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Rabbukum a‘lamu bikum, iy yasya' yarḥamkum au iy yasya' yu‘ażżibkum, wa mā arsalnāka ‘alaihim wakīlā(n).
Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia merahmatimu dan jika Dia menghendaki, niscaya Dia mengazabmu. Kami tidaklah mengutusmu (Nabi Muhammad) sebagai penjaga bagi mereka.
Wa rabbuka a‘lamu biman fis-samāwāti wal-arḍ(i), wa laqad faḍḍalnā ba‘ḍan nabiyyīna ‘alā ba‘ḍiw wa ātainā dāwūda zabūrā(n).
Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami anugerahkan Zabur kepada Daud.
Qulid‘ul-lażīna za‘amtum min dūnihī falā yamlikūna kasyfaḍ-ḍurri ‘ankum wa lā taḥwīlā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah mereka yang kamu anggap (tuhan)430) selain Dia. Mereka tidak akan mampu menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengalihkannya.”
Catatan Kaki
430) Maksudnya adalah apa yang diyakini mereka sebagai tuhan, yaitu berhala, malaikat, jin, dan sebagainya.
Ulā'ikal-lażīna yad‘ūna yabtagūna ilā rabbihimul-wasīlata ayyuhum aqrabu wa yarjūna raḥmatahū wa yakhāfūna ‘ażābah(ū), inna ‘ażāba rabbika kāna maḥżūrā(n).
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka (sendiri) mencari jalan kepada Tuhan431) (masing-masing berharap) siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka juga mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya, azab Tuhanmu itu adalah yang (harus) ditakuti.
Catatan Kaki
431) Nabi Isa a.s., para malaikat, dan Uzair yang mereka sembah selama ini sebenarnya menyeru dan mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.