Platform pembelajaran Islam yang interaktif, menyediakan akses mudah untuk mempelajari Al-Qur'an secara akurat dan inspiratif, guna memperkuat iman masyarakat.
Qul in ḍalaltu fa'innamā aḍillu ‘alā nafsī, wa inihtadaitu fabimā yūḥī ilayya rabbī, innahū samī‘un qarīb(un).
Katakanlah, “Jika aku sesat, sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri dan jika aku mendapat petunjuk, hal itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.”
Wa lau tarā iż fazi‘ū falā fauta wa ukhiżū mim makānin qarīb(in).
(Alangkah mengerikan) seandainya engkau melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat). Mereka tidak dapat melepaskan diri dan ditangkap dari tempat yang dekat (untuk diseret ke neraka).
Wa qālū āmannā bih(ī), wa annā lahumut-tanāwusyu mim makānim ba‘īd(in).
(Ketika melihat azab) mereka berkata, “Kami beriman kepadanya (kebenaran).” Namun, bagaimana mungkin (di akhirat) mereka dapat mencapai keimanan (dengan mudah) dari tempat yang jauh (dunia fana)?
Wa ḥīla bainahum wa baina mā yasytahūn(a), kamā fu‘ila bi'asy-yā‘ihim min qabl(u), innahum fī syakkim murīb(in).
Diberilah penghalang antara mereka dan apa yang mereka inginkan630) sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang terdahulu yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.
Catatan Kaki
630) Yang mereka inginkan itu adalah beriman atau kembali ke dunia untuk bertobat.
Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.